Ketambe Aceh, Pusaka Tanah Aceh di Gunung Leuser

Ketambe Aceh berbatasan pribadi dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Hutannya alami. Berbagai satwa hidup damai di sini mirip burung, bajing, dan orangutan yang bergelantungan di pohon. Juga terdapat Sungai Alas, yang sangat cocok untuk arung teladas.

Ketambe Aceh yakni cadangan biologis yang dikelilingi oleh vegetasi besar di dalam binatang tropis. Beberapa binatang yang dilindungi di dunia. Tempat ini juga banyak dijadikan sebagai materi penelitian khususnya di bidang tanaman dan fauna oleh beberapa lembaga penelitian nasional maupun internasional.

Sebuah pegunungan yang curam di sekitar Ketambe jAceh uga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang hobbies pegunungan. Belum lagi sumber alam melimpah dan berlimpah alam yang telah menjadi salah satu target penelitian para ilmuwan sebagai materi penelitian.

Udara yang segar yang berhembus dari hutan dan lereng pegunungan melegakan pernapasan. Suasana di pagi hari dengan suara kicauan burung-burung hutan juga menambah kenyamanan. Sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melepas kepengatannya dari suasana kota yang bising dan berpolusi.

Jika menginap di tempat ini, selain ditemani oleh suara air sungai Alas, pengunjung juga dapat menikmati suasana malam yang damai diantara pegunungan Leuser yang membentang.

Lokasi Ketambe Aceh

Ketambe Aceh, Pusaka Tanah Aceh di Gunung Leuser
Image By shandrarizal8.blogspot.com

Ketambe Aceh yaitu salah satu nama kecamatan dari 15 Kecamatan yang terdapat didaerah Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Kecamatan ini berbatasan pribadi  dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Simak juga: Wisata Pantai di Aceh yang Menarik Dikunjungi saat Liburan


Rute Menuju Ketambe Aceh

Ketambe Aceh merupakan objek wisata yang terletak di kaki Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Untuk hingga ke lokasi ini membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 30 menit dari pusat kota Kutacane, Aceh Tenggara.

Di sepanjang jalan, pengunjung mampu meresapi hawa sejuk beserta oksigen yang dihasilkan oleh hijaunya dedaunan. Bila ditempuh dari Kota Medan, Sumatera Utara, setidaknya butuh waktu 6-7 jam perjalanan melalui dataran tinggi Kabupaten Karo.

Selama perjalanan menuju Ketambe Aceh, pengunjung akan dimanjakan oleh pemandangan perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang dapat membuat mata terhipnotis akan kebesaran Tuhan. Keindahan alam yang lebih mampu ditemukan begitu datang di Ketambe.

Dengan semua Keindahan sepanjang perjalanan ini, tidak heran ika daerah ini pun kemudian telah menjadi destinasi wisata bagi para pecinta ekosistem.

Pengunjung Ketembe Aceh dapat menyaksikan orangutan Sumatera. Pengunjung tidak perlu jauh menelusuri hutan. Orangutan ini mampu ditemui di pinggir jalan yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tenggara dengan Gayo Lues.

Simak juga: Wisata di Kota Langsa yang Menarik


Jam Buka Ketambe Aceh

Lokasi wisata alam nan mempesona ini terbuka untuk dikunjungi 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam sepekan. Bahkan dengan adanya kemudahan penginapan, pengunjung bisa berkunjung berlama-Lama di lokasi ini

Simak juga: Wisata Populer Banto Royo, Mengagumi Pemandangan Telaga Asri


Tiket Ketambe Aceh

Unutk memasuki kawasan wisata Ketembe Aceh, tidak da pungutan khusus, Gratis. Namun karena ini wisata lam, sebaiknya menggunakan Guide lokal. Tarif nya berbeda beda sesuai dengan paket yang diambil.

Simak juga: Wisata Pantai di Bengkulu yang Cantik


Fasilitas Ketambe Aceh

Fasilitas dan sarana pariwisata yang tersedia di Ketembe Aceh meliputi gapura, gedung pertemuan, mushalla, saluran pembuangan, dan panggung pertunjukan.

Bagi pengunjung yang ingin menginap di Ketambe Aceh, di kawasan ini tersedia  banyak fasilitas penginapan eco lodge. Letaknya  di pinggir jalan, para pemilik pondok juga memberikan paket wisata adventure. Menginap di pemondokan yang tersedia akan terasa nyaman.

Paket itu dimulai dari trekking ke Taman Nasional Gunung Leuser, Rafting di sungai ganjal, bird watching, trekking di Rain Forest, bahkan sampai night trekking. bagi pencinta alam liar, mencoba rafting di sungai Alas mampu menjadi pilihan.

Simak juga: Wisata di Lubuklinggau Terbaru


Daya Tarik Ketambe Aceh

    Rafting

Bagi pengunjung yang penggemar Rafting, Hiking dan Tekking Sungai Alas daerah yang cocok dan siap menyambut dan memuaskan anda para pecinta olah raga Exstrem ini. Rute yang akan mereka lalui Jaraknya sekitar 50 kilometer atau jarak tempuh selama 3 jam membelah sungai.

Untuk penggemar arung penderasan, bisa uji nyali di Sungai Alas atau masyarakat lokal menyebutnya Lawe Alas. Sungai terpanjang di Aceh ini, selain membelah TNGL, juga melintasi beberapa kabupaten di Aceh dan Sumatera Utara.

Sungai yang namanya berasal dari Suku Alas yang mendiami Kabupaten Aceh Tenggara tersebut, selain arusnya deras, kelokannya juga tajam sehingga memacu adrenalin. Obyek wisata arung riam/rafting di Sungai Alas sangat menarik, jeramnya yang menantang gelombangnya mencapai  grade tiga atau empat.

Arus dihasilkan sungai alas ini setara dengan arung air terjun manca negara dan disini beliau berharap agar Objek wisata Sungai Alas bertaraf International.

Simak juga: Wisata di Sawahlunto Terbaru


    Orang Utan

Pengunjung Ketembe Aceh, bisa berinteraksi dnegan Orang uta, Mereka ralatif ramah kepada pengunjung. Beberapa ekor orangutan, termasuk yang masih bayi nampak bergelantungan pada batang-batang pohon mangga hutan yang berketinggian sekitar 40 meter.

Padahal, jarak pohon itu dengan vila wisata yang ada di daerah tersebut hanya 20 meter. Lokasinya sempurna berada di tepi Sungai Alas yang sering dipakai untuk arung riam. Menurut warga para orangutan itu berada di Ketambe Aceh setiap kali musim buah tiba.

Setelah itu mereka berpindah ke daerah lain. Karena tidak ada orang yang menganggu, jadi orangutannya tidak merasa terusik. Mereka juga biasa bergelantungan dari satu dahan ke dahan lain tanpa takut dengan insan.

Selain orangutan, satwa lain yang sering nampak di sekitar sini adalah simpanse dan rusa, serta adakala harimau sumatera dikala malam.

Simak juga: Wisata di Tapanuli Selatan Terbaru


    Pemandian Air Panas

Setelah puas berkeliling melihat orangutan di alam aslinya, pengunjung mampu mencoba untuk mencicipi mandi air panas yang terletak ditengah hutan dan di antara aliran air sungai. Letaknya unik. Sudah di tengah hutan, ditambah dengan di tengah anutan sungai.

Uap air panas memenuhi hampir seluruh permukaan air sungai yang mengalir cukup deras. Bau welirang menyeruak menembus hidung. Ketika mandi di lokasi ini harus hati hati menentukan lokasi. Karena mata air panas tidak hanya 1, tapi tersebar di beberapa titik di seluruh tubuh sungai. Sehingga sungai ini sebagian ada yang dingin, hangat, dan sangat panas.

Cara yang paling mudah membedakan aliran air panas dengan air sungai yakni dengan melihat warna batu. Bila warnanya merah bata, maka itu ada air panas dibawahnya. Dan bila batunya berwarna bebatuan pada umumnya berarti tidak ada sumber air panas di dekatnya.

Simak juga: Wisata Pantai di Sabang Terbaru


Objek Wisata Dekat Ketambe Aceh

Bagi pengunjung yang memiliki hobi camping, bermalam  di alam terbuka, Aceh tenggara punya lokasi yang sempurna untuk itu. Banyak di antara para pecinta alam yang menentukan camping di Lawe Gurah. Alasannya sederhana, keindahan alamlah yang jadi magnet mereka berkunjung. Selain itu, di sini juga ada tempat pemandian air panas yang mampu menyegarkan tubuh.

Bagi yang tertarik dengan wisata religi, mampu mencoba sholat di Masjid At-Taqwa dipusat Kuta Cane, iu kota Aceh tenggara. Masjid ini mempunyai keindahan pada kubahnya sebab menggunakan bahan berwarna emas. Terlebih lagi ada lebih dari satu kubah di masjid ini. Masjid seluas 2 500 meter persegi ini mampu menampung sekitar 6000 jamaah Sholat.

Demikian sangat sedikit gambaran dari begitu banyaknya daya tarik yang dimiliki oleh Objek wisata internasional ini. Kaprikornus, siapkan semua perlengkapan. Begitu wabah mereka, segera puaskan hasrat akan petualangan alam terbuka di Ketembe Aceh.

Lebih baru Lebih lama