Bukit Cinta Ambarawa, Area Larangan Kencan yang Justru Rame Jadi Lokasi Pacaran

Bukit Cinta Ambarawa yaitu wisata yang berupa bukit dengan pemandangan Rawa Pening dan bukit Brawijaya. Selain berupa bukit, di tempat wisata ini juga terdapat daerah bermain bagi pengunjung yang mengajak bawah umur dan gerdu pandang untuk lebih terperinci menikmati pemandangan bukit cinta Ambarawa.

Nama bukit cinta diambil dari seringnya pengunjung yang tiba adalah pasangan muda yang datang untuk memadu cinta atau berpacaran di daerah wisata ini. Mengunjungi bukit cinta Ambarawa ini lebih menarik jikalau Sore atau Pagi hari.

Pengunjung akan disuguhkan suasana hijau pohon pinus dan pohon cemara yang mengelilingi Bukit Cinta Ambarawa. Fasilitas pendukung yang terdapat di daerah wisata ini meliputi musala, kamar mandi, kawasan parkir dan rumah makan.

Memasuki area wisata ini melalui pendakian tangga. Setelah sampai, pengunjung akan disambut dengan pepohonan pinus yang menjulang tinggi mirip payung meneduhkan taman. Di tengahnya terdapat sebuah bangunan seperti aula, yang kadang dipakai oleh para pecinta burung untuk lomba kicau burung.

Ornamen di area Bukit Cinta Rawa Pening dari mulai bagian depan terdapat patung seorang wanita yang tengah menaiki lesung dan relief yang menggambarkan tentang legenda Rawa Pening. Sebelum menaiki bukit kita akan menjumpai patung ular naga yang melingkari bukit.

Mitos Bukit Cinta Ambarawa

Bukit Cinta Ambarawa, Area Larangan Kencan yang Justru Rame Jadi Lokasi Pacaran

Hal yang membuat Rawa Pening dan juga Bukit Cinta Ambarawa di sebelahnya populer, salah satunya adalah karena dongeng asal usulnya yang melegenda. Kawasan Bukit Cinta tepat berada bersebelahan dengan Danau Rawa Pening.

Menurut masyarakat setempat, pada awalnya kawasan Bukit Cinta merupakan daerah yang dijadikan Pusat Gardu Pemantau Pertumbuhan Enceng Gondog oleh pemerintah Kolonial Belanda. Kemudian seiring perkembangannya, Bukit Cinta Ambarawa dijadikan obyek wisata sejalan dengan pemandangan Alam Rawa Pening.

Ada juga mitos ular raksasa yang berada di daerah Bukit Cinta Ambarawa. Konon dulu ada seekor ular yang menanti Ibunya untuk diakui sebagai anak sampai badan ular tersebut melingkari sebuah gunung. Namun, ternyata takdir berkata lain,  dia malah mati terbunuh dengan cara dipotong.

Tidak hanya itu saja, ada mitos yang menempel dengan Bukit Cinta. Konon, apabila ada pasangan yang belum mengikat komitmen ijab kabul memadu kasih di Bukit Cinta, hubungannya tidak akan berjalan baik. Meski tidak mampu dibuktikan, mitos seputar Bukit Cinta menjadi daya tarik tersendiri.


Lokasi Bukit Cinta Ambarawa

Bukit Cinta Ambarawa terletak di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Tempat wisata ini sangat erat dengan Danau Rawa Pening tepatnya berada di sebelah Barat danau tersebut. Berjarak sekitar 15 km dari pusat kota kebupaten Semarang.


Rute Menuju Bukit Cinta Ambarawa

Lokasi Bukit Cinta berada di sebelah barat daya daerah danau Rawa Pening. Akses jalan menuju ke obyek wisata Bukit Cinta masih berupa jalan pedesaan yang sempit dan terdapat beberapa lubang di beberapa titik.

Papan petunjuk arah menuju ke lokasi wisata sudah terpasang di beberapa titik sehingga membantu pengunjung yang Baru pertama kali berkunjung ke kawasan ini.

Jika perjalanan dimulai dari jalan raya Salatiga-Ambarawa ketika menemui Jalan Lingkar Ambarawa atau jalan tembus pengunjung akan menemui jalan kecil beraspal ikuti jalan tersebut, sampailah di Bukit Cinta.

Jika perjalanan dari sentra kota Semarang mampu , melalui Jalan Tol Ungaran-Bawen dengan jarak tempuh sekitar 47,9 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 1 menit dari pusat kota Semarang.


Jam Buka Bukit Cinta Ambarawa

Tempat wisata di Ambarawa ini, buka setiap hari. Mulai pagi hari pukul 08.00, sampai tutup apda sore hari pukul 18.00


Tiket Bukit Cinta Ambarawa

Loket, daerah loket ini juga menarik, berupa ular naga raksasa dengan mulut menganga berasa ingin memakan para tamu menjadi salah satu ikon dari Bukit Cinta.

Harga tiket masuk ke Bukit Cinta ini hanya Rp. 6000,- jikalau hari biasa dan Rp. 7500,- untuk hari libur. Dengan harga tiket yang cukup terjangkau tersebut pengunjung mampu menikmati keindahan pemandangan hijau danau rawa pening yang dipenuhi dengan tumbuhan eceng gondok yang dapat terlihat terang dari bukit cinta.


Fasilitas Bukit Cinta Ambarawa

Pengelola lokasi sudah menyediakan akomodasi dasar untuk menunjang kenyamanan selama berwisata dilokasi ini. DI sii tersedia Area parkir, kawasan ibadah, danjuga toilet.

Fasilitas lainnya, tersedia beberapa spot selfie dengan latar pemandangan indah danau Rawa Pening. Pengunjung juga mampu menjumpai deretan kios yang menjajakan berbagai macam kerajinan khas ambarawa dan juga masakan serta minuman.


Daya Tarik Bukit Cinta Ambarawa

    Menikmati Panorama Alam

Pemandanan dari Tengah Rawa Pening, Nampak gundukan Bukit Cinta dengan Background Gunung Merbabu, Telomoyo dan Perbukitan Gajah Mungkur.

Terdapat beberapa kawasan duduk yang tidak mengecewakan banyak sehingga dikala lelah berkeliling, para pengunjung mampu duduk beristirahat. Ditengah bukit juga terdapat sejumlah dingklik taman yang cukup menampung 3 orang per bangku.

Di beberapa tempat lainnya juga terdapat bangku yang berbahan semen beton antara lain di pinggir taman dan sekeliling bukit. Disamping itu terdapat pula beberapa wahana bermain. Anak-anak mampu bermain jungkat-jungkit, adapula ayunan, dll.

Itulah mengapa tempat ini tidak hanya terkenal dikalangan cukup umur namun para orang tua yang telah memiliki sejumlah anak pun turut mengagumi daerah ini.


    Piknik

Pengunjung mampu menggelar tikar, untuk lalu menyantap bekal yang dibawa dari rumah mirip nasi, lauk, snack, buah daan lain sebagainya. Menikmati santapan masakan dibawah rimbunnya pohon pinus dengan menghirup udara yang sejuk, suasana pegunungan yang asri serta tawa naka-anak menciptakan kenangan indah tersendiri.

Namun jika tidak membawa bekal sendiri dari rumah, pengunjung tidak perlu terlalu khawatir. Ada banyak warung yang menjajakan makanan dan minuman dengan kawasan yang nyaman dan bersih. Di warung-warung tersebut disediakan pula oleh-oleh khas Banyubiru yakni keripik belut.


    Wisata Perahu

Terdapat wisata perahu untuk menyusuri rawa. Setiap bahtera mampu menampung 6 penumpang selama 30 menit. Cukup membayar Rp.60.000 para pengunjung mampu menikmati wahana satu ini. Penumpang memakai pelampung yang telah disediakan dan duduk bagus di perahu, sang Nahkoda akan mengantar menyusuri rawa.

Ada sensasi berbeda dikala menyusuri sungai dan menerobos rimbunan enceng gondok yang ada di rawa ini. Sang pengemudi bahtera dengan sekuat tenagan lolos dari serangan enceng gondok sehingga beberapa penumpang merasa perahunya hendak terguling padahal tidak.

Pengunjung tidap perlu kuatir akan keselamatan, sebab para nahkoda sudah sangat lihai. Mereka  terampil dan terlatih mengemudikan perahunya. Tidak perlu takut akan jatuh atau perahunya akan terbalik jikalau menghadapi situasi demikian.


Objek Wisata Dekat Bukit Cinta Ambarawa

Masih di kecamatan Banyubiru, terdapat objek wisata menarik namun menantang, yakni Gumuk Reco. Ada banyak spot yang elok untuk berfoto namun juga memacu adrenalin. Seperti spot sarang burung yang berada di ujung jurang, ayunan yang berada di ketinggian sekitar 800 meter, dan jembatan gantung yang berada di ketinggian 17 meter.

Sedikit lebih jauh, di area Bandungan Kabupaten Semarang, terdapat objek yang sangat cocok bagi penyuka fotografi. Yaitu Ayanaz Gedong Songo.  Di sana ada Banyak sekali spot foto yang menarik. lokasi wisata ini pure sebagai destinasi selfie, bukan kawasan bermain.

Walau di tujukan untuk wisata fotografi, lokasi ini menawarkan kesan keindahan. Kaprikornus bila membawa anak anak, niscaya mereka juga senang. Ayanaz Gedong Songo menunjukkan kawasan kawasan yang instagramable mirip sofa di tengah bak, balon udara, dan lain lain.

Demikianlah info mengenai Bukit Cinta Ambarawa Semarang. Semoga informasi ini bermanfaat. Oh iya, jangan lupa membawa kamera dan pastikan kamera yang kamu bawa sudah full baterai, semoga tidak menyesal alasannya kehilangan kesempatan berfoto.

Lebih baru Lebih lama